Shahih Bukhari
-Imam Bukhari-
Kitab Iman
Bab 30: Shalat Termasuk Iman, dan Firman Allah, "Allah tidak
akan menyia-nyiakan keimananmu", yakni Shalatmu di Sisi Baitullah
31. Al-Barra' mengatakan bahwa ketika Nabi صلی
الله عليه وسلم
pertama kali tiba di Madinah, beliau singgah pada kakek-kakeknya
atau paman-pamannya dari kaum Anshar. Beliau melakukan shalat dengan
menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas bulan atau tujuh belas
bulan. Tetapi, beliau senang kalau kiblatnya menghadap ke Baitullah.
(Dan dalam satu riwayat disebutkan: dan beliau ingin menghadap ke
Ka'bah 1/104). Shalat yang pertama kali beliau lakukan ialah shalat
ashar, dan orang-orang pun mengikuti shalat beliau. Maka, keluarlah
seorang laki-laki yang telah selesai shalat bersama beliau, lalu
melewati orang-orang di masjid [dari kalangan Anshar masih shalat
ashar dengan menghadap Baitul Maqdis] dan ketika itu mereka sedang
ruku. Lalu laki-laki itu berkata, "Aku bersaksi demi Allah,
sesungguhnya aku telah selesai melakukan shalat bersama Rasulullah صلی
الله عليه وسلم
dengan menghadap ke Mekah." Maka, berputarlah mereka sebagaimana
adanya itu menghadap ke arah Baitullah [sambil ruku 8/134],
[sehingga mereka semua menghadap ke arah Baitullah].
Orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab suka kalau Rasulullah صلی الله عليه وسلم shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Maka, ketika beliau menghadapkan wajahnya ke arah Baitullah, mereka mengingkari hal itu, [lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat 144 surat al-Baqarah, "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit." Lalu, beliau menghadap ke arah Ka'bah. Maka, berkatalah orang-orang yang bodoh, yaitu orang-orang Yahudi, "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allahlah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." 7/104]. [Dan orang-orang yang telah meninggal dunia dan terbunuh dengan masih menghadap kiblat sebelum dipindahkannya kiblat itu, maka kami tidak tahu apa yang harus kami katakan tentang mereka, lalu Allah menurunkan ayat, "Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang" (Surat al-Baqarah - 143)].
Orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab suka kalau Rasulullah صلی الله عليه وسلم shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Maka, ketika beliau menghadapkan wajahnya ke arah Baitullah, mereka mengingkari hal itu, [lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat 144 surat al-Baqarah, "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit." Lalu, beliau menghadap ke arah Ka'bah. Maka, berkatalah orang-orang yang bodoh, yaitu orang-orang Yahudi, "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allahlah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." 7/104]. [Dan orang-orang yang telah meninggal dunia dan terbunuh dengan masih menghadap kiblat sebelum dipindahkannya kiblat itu, maka kami tidak tahu apa yang harus kami katakan tentang mereka, lalu Allah menurunkan ayat, "Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang" (Surat al-Baqarah - 143)].
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani -
Gema Insani Press (HaditsWeb)
No comments :
Post a Comment