Shahih Bukhari
-Imam Bukhari-
Kitab Wudhu
Bab 38: Orang yang tidak Mengulangi Wudhu Kecuali Setelah
Tertidur Nyenyak
118. Asma' binti Abu Bakar berkata, "Aku mendatangi Aisyah (istri
Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم)
pada saat terjadi gerhana matahari. Tiba-tiba orang-orang sudah sama
berdiri melakukan shalat gerhana, Aisyah juga berdiri untuk
melakukan shalat itu. Aku berkata kepada Aisyah, 'Ada apa dengan
orang-orang itu?' Dia lalu mengisyaratkan tangannya [dalam satu
riwayat: kepalanya, 2/69] ke arah langit dan berkata, 'Subhanallah.'
Aku bertanya kepadanya, 'Adakah suatu tanda di sana?' Dia berisyarat
[dengan kepalanya, yakni], 'Ya.' Maka, aku pun melakukan shalat,
[lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم
memanjangkan shalatnya lama sekali, 1/221] sampai aku tidak sadarkan
diri, dan [di samping aku ada tempat air yang berisi air, lalu aku
buka, kemudian] aku mengucurkan air ke kepalaku. [Nabi Muhammad صلی
الله عليه وسلم
lalu berdiri dan memanjangkan masa berdirinya, kemudian ruku' dan
memanjangkan masa ruku'nya, kemudian berdiri lama sekali, lalu ruku'
lama sekali, kemudian beliau bangun[39],
kemudian beliau sujud lama sekali, kemudian bangun, kemudian sujud
lama sekali, kemudian berdiri lama sekali, kemudian ruku' lama
sekali, kemudian bangun dan berdiri lama sekali, kemudian ruku' lama
sekali, kemudian bangun, lalu sujud lama sekali, lalu bangun,
kemudian sujud lama sekali, 1/181]. Setelah shalat [dan matahari
telah cerah kembali, maka Rasulullah صلی الله
عليه وسلم
berkhotbah kepada orang banyak, dan] memuji Allah serta
menyanjung-Nya [dengan sanjungan yang layak bagiNya], seraya
berkata, '[Amma ba'du, Asma' berkata, Wanita-wanita Anshar gaduh,
lalu aku pergi kepada mereka untuk mendiamkan mereka. Aku lalu
bertanya kepada Aisyah, 'Apa yang beliau sabdakan?' Dia menjawab,]
"Tidak ada sesuatu yang tidak pernah aku lihat sebelumnya melainkan
terlihat olehku di tempatku ini, termasuk surga dan neraka." [Beliau
bersabda, 'Sesungguhnya, surga mendekat kepadaku, sehingga kalau aku
berani memasukinya tentu aku bawakan kepadamu buah darinya; dan
neraka pun telah dekat kepadaku, sehingga aku berkata, 'Ya Tuhan,
apakah aku akan bersama mereka?' Tiba-tiba seorang perempuan-aku
kira beliau berkata-, 'Dicakar oleh kucing.' Aku bertanya, 'Mengapa
perempuan ini?' Mereka menjawab, 'Dahulu, ia telah menahan kucing
ini hingga mati kelaparan, dia tidak memberinya makan dan tidak
melepaskannya untuk mencari makan sendiri-perawi berkata, 'Aku kira,
beliau bersabda, 'Serangga.'"] Sesungguhnya, telah diwahyukan
kepadaku bahwa kalian akan mendapatkan ujian di dalam kubur seperti
atau mendekati fitnah Dajjal. 'Aku pun (kata perawi [Hisyam]) tidak
mengerti mana yang dikatakan Asma' itu.' [Karenanya, setelah
Rasulullah صلی الله عليه وسلم
selesai menyebutkan yang demikian itu, kaum muslimin menjadi gaduh,
2/102] Seseorang dari kamu semua akan didatangkan, lalu kepadanya
ditanyakan, Apakah yang kamu ketahui mengenai orang ini?' Adapun
orang yang beriman atau orang yang mempercayai-aku pun tidak
mengetahui mana di antara keduanya itu yang dikatakanAsma'-[Hisyam
ragu-ragu], lalu dia (orang yang beriman) itu menjawab, 'Dia adalah
Muhammad, [dia] adalah Rasulullah, dan beliau datang kepada kami
dengan membawa keterangan-keterangan yang benar serta petunjuk.
Karenanya, kami terima ajaran-ajarannya, kami mempercayainya, kami
mengikutinya, [dan kami membenarkannya], [dan dia adalah Muhammad
(diucapkannya tiga kali)]. Malaikat-malaikat itu lalu berkata
kepadanya, Tidurlah dengan tenang karena kami mengetahui bahwa
engkau adalah orang yang percaya (dalam satu riwayat: engkau adalah
orang yang beriman kepadanya). Adapun orang munafik-aku tidak
mengetahui mana yang dikatakan Asma' (Hisyam ragu-ragu)- maka
ditanyakan kepadanya, Apa yang engkau ketahui tentang orang ini
(yakni Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم)?
Dia menjawab, Aku tidak mengerti, aku mendengar orang-orang
mengatakan sesuatu dan aku pun mengatakan begitu.'" [Hisyam berkata,
"Fatimah-istrinya-berkata kepadaku, 'Maka aku mengerti,' hanya saja
dia menyebutkan apa yang disalahpahami oleh Hisyam."] [Asma'
berkata, "Sesungguhnya,[40]
Rasulullah صلی الله عليه وسلم
memerintahkan memerdekakan budak pada waktu terjadi gerhana
matahari."]
[39] Yakni, bangun dari ruku' kedua untuk
berdiri sesudah itu dan berdirinya ini juga lama sebagaimana
disebutkan dalam salah satu hadits shalat kusuf, dan hadits-hadits ini
telah aku himpun dalam juz tersendiri.
[40] Aku berkata, "Perkataan ini terdapat di dalam al-Musnad (6/345) dengan lafal, "Walaqad amaranaa .... "Dengan tambahan wawu athaj.
[40] Aku berkata, "Perkataan ini terdapat di dalam al-Musnad (6/345) dengan lafal, "Walaqad amaranaa .... "Dengan tambahan wawu athaj.
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani -
No comments :
Post a Comment