Shahih Bukhari
-Imam Bukhari-
Kitab Ilmu
Bab 17: Mengenai apa yang disebutkan perihal kepergian Nabi
Musa عليه السلام
di lautan untuk menemui Khidhir dan firman Allah, "Bolehkah aku
mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara
ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" (al-Kahfi: 66)
57. Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas, bahwa ia, berselisih
pendapat dengan Hurr bin Qais bin Hishin Al-Fazari perihal kawan
Nabi Musa yakni orang yang dicari Nabi Musa عليه
السلام. Ibnu Abbas
mengatakan bahwa kawan yang dimaksud itu ialah Khidhir, sedangkan
Hurr mengatakan bukan. Kemudian lewatlah Ubay bin Ka'ab [al-Anshari
8/ 193] di depan mereka. Ibnu Abbas lalu memanggilnya kemudian
berkata, "Sesungguhnya aku berselisih pendapat dengan sahabatku ini
siapa kawan Musa yang olehnya ditanyakan mengenai jalan untuk menuju
tempatnya itu, agar dapat bertemu dengannya. Apakah kamu pernah
mendengar hal-ihwalnya yang kamu dengar sendiri dari Nabi saw?" Ubay
bin Ka'ab menjawab, "Ya, saya mendengar Rasulullah صلی
الله عليه وسلم
[menyebut-nyebut hal-ihwalnya 1/27]. Beliau bersabda, 'Ketika Musa
duduk bersama beberapa orang Bani Israel, [tiba-tiba seorang
laki-laki datang dan bertanya kepadanya (Musa), 'Adakah seseorang
yang lebih pandai daripada kamu?' Musa menjawab, 'Tidak." Maka,
Allah menurunkan wahyu kepada Musa, "Ada, yaitu hamba Kami Khidhir."
Musa bertanya kepada (Allah) bagaimana jalan ke sana (pada suatu
riwayat : bagaimana cara bertemu dengannya 1/8). Maka, Allah
menjadikan ikan sebagai sebuah tanda baginya dan dikatakan
kepadanya, 'Apabila ikan itu hilang darimu, maka kembalilah (ke
tempat di mana ikan itu hilang) karena engkau akan bertemu dengannya
(Khidhir). 'Maka, Musa pun mengikuti jejak ikan laut. Murid Musa
berkata kepadanya, 'Adakah kamu melihat kita berdiam yakni ketika
beristirahat di batu besar. Sesungguhnya aku terlupa kepada ikan hiu
itu dan tiada yang membuat aku lupa tentang hal itu, melainkan
setan.' Musa berkata, 'Kalau demikian, memang itulah tempat yang
kita cari.' Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
Kemudian mereka bertemu dengan Khidhir. Maka, apa yang terjadi pada
mereka selanjutnya telah diceritakan Allah Azza wa Jalla di dalam
Kitab-Nya."
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani -
No comments :
Post a Comment