Shahih Bukhari
-Imam Bukhari-
Kitab Ilmu
Bab 48: Firman Allah Ta'ala, "Tidaklah Kamu Diberi Pengetahuan
Melainkan Sedikit." (al-Israa': 85)
83. Abdullah (bin Mas'ud) رضي الله عنه
berkata, "Ketika saya berjalan bersama Rasulullah صلی
الله عليه وسلم
di [sebagian 8/198] reruntuhan (dalam satu riwayat: kebun 5/228)[34]
Madinah, sedang beliau bertelekan pada tongkat dari pelepah kurma
yang lurus dan halus yang beliau bawa, lewatlah sekelompok Yahudi.
Lalu, sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain,
'Tanyakanlah kepadanya tentang ruh.' [Lalu yang sebagian itu
berkata, 'Apa kepentingan kalian kepadanya?' 5/228], dan sebagian
lagi dari mereka berkata, 'Janganlah kamu menanyakannya, agar ia
tidak membawa sesuatu (dan dalam satu riwayat: Agar ia tidak
memperdengarkan kepadamu sesuatu 8/144) yang kamu benci.' Sebagian
dari mereka berkata, 'Sungguh kami akan bertanya kepadanya.' [Lalu
mereka berkata, Tanyakanlah kepadanya!'] Kemudian seorang laki-laki
dari mereka berdiri [kepada beliau] dan berkata, 'Wahai Abu Qasim,
apakah ruh itu?' Maka, [Nabi صلی الله عليه وسلم
diam, tiada menjawab sama sekali]. Dan dalam satu riwayat: Maka
beliau berdiri sesaat memperhatikan), [sambil bertelekan atas
pelepah kurma, sedang saya di belakang beliau 8/188]. Maka, saya
berkata, 'Sesungguhnya beliau sedang diberi wahyu.' [Saya mundur
dari beliau sehingga wahyu selesai turun], lalu saya berdiri di
tempat saya. Ketika jelas hal itu, beliau membaca,
"Yas-aluunaka'anir-ruuhi, qulir-ruuhu min amri rabbii, wamaa uutuu
minal-'ilmi illaa qaliilaa" 'Mereka bertanya kapadamu
tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu adalah urusan Tuhanku.' Dan mereka
tidak diberi ilmu melainkan hanya sedikit'. Al-A'masy berkata,
'Demikianlah bacaan kami.'[35] [Lalu
sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, Tadi sudah kami
katakan, jangan tanyakan kepadanya!'].
[34] Al-Hafizh berkata, "Inilah yang lebih
tepat, karena lafal ini juga diriwayatkan oleh Muslim dari jalan lain
dari Ibnu Mas'ud dengan lafal khana fi nakhal."
[35] Saya katakan, "Bacaan ini tidak bertentangan dengan bacaan yang sudah populer dan mutawatir yaitu "Wa maa uutiitum", sebagaimana sudah tidak samar lagi."
[35] Saya katakan, "Bacaan ini tidak bertentangan dengan bacaan yang sudah populer dan mutawatir yaitu "Wa maa uutiitum", sebagaimana sudah tidak samar lagi."
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani -
No comments :
Post a Comment