93. Ibnu Abbas
رضي الله عنه
berkata, "Pada suatu malam saya menginap di rumah bibiku, yaitu
Maimunah [binti al-Harits, istri Nabi saw, 1/38] [dan pada malam itu
Nabi
صلی الله عليه وسلم
berada di sisinya karena saat gilirannya. Lalu Nabi
صلی
الله عليه وسلم
mengerjakan shalat isya, kemudian pulang ke rumah, lalu mengerjakan
shalat empat rakaat]. [Saya berkata, "Sungguh saya akan
memperhatikan shalat Rasulullah
صلی الله عليه
وسلم." 5/175]. [Kemudian Rasulullah
صلی
الله عليه وسلم
bercakap-cakap dengan istrinya sesaat, lantas istrinya melemparkan
bantal kepada beliau], [kemudian beliau tidur 5/174]. [Kemudian saya
berbaring di hamparan bantal itu, dan Rasulullah
صلی
الله عليه وسلم
berbaring dengan istrinya di bagian panjangnya bantal itu, lalu
Rasulullah
صلی الله عليه وسلم
tidur hingga tengah malam, atau kurang sedikit atau lebih sedikit
2/58]. Kemudian Nabi
صلی الله عليه وسلم
bangun malam itu (dan dalam satu riwayat: Kemudian Rasulullah
صلی
الله عليه وسلم
bangun, lalu duduk, lantas mengusap wajahnya dengan tangannya
terhadap bekas tidurnya [lalu memandang ke langit], kemudian membaca
sepuluh ayat dari bagian-bagian akhir surah Ali Imran). (Dan pada
suatu riwayat: Yaitu ayat "
Inna fii khalqis samaawaati
wal-ardhi wakhtilaafil-laili wannahaari la-aayaatin li-ulil albaab").
Lalu beliau menyelesaikan keperluannya, mencuci mukanya dan kedua
tangannya, kemudian tidur]. Pada malam harinya itu Nabi
صلی
الله عليه وسلم
bangun dari tidur. Setelah lewat sebagian waktu malam (yakni tengah
malam), Nabi
صلی الله عليه وسلم
berdiri lalu berwudhu dari tempat air yang digantungkan dengan wudhu
yang ringan -Amr menganggapnya ringan dan sedikit [sekali 1/208].
(Dan pada satu riwayat disebutkan: dengan satu wudhu di antara dua
wudhu tanpa memperbanyak 7/148), [dan beliau menyikat gigi],
[kemudian beliau bertanya, "Apakah anak kecil itu sudah tidur?"
Atau, mengucapkan kalimat lain yang serupa dengan itu]. Dan (dalam
satu riwayat: kemudian) beliau berdiri shalat [Lalu saya bangun],
(kemudian saya membentangkan badan karena takut beliau mengetahui
kalau saya mengintipnya 7/148]. Kemudian saya berwudhu seperti
wudhunya. Saya datang lantas berdiri di sebelah kirinya (dengan
menggunakan kata "yasar")- dan kadang-kadang Sufyan menggunakan kata
"syimal". [Lalu Rasulullah
صلی الله
عليه وسلم
meletakkan tangan kanannya di atas kepalaku, dan memegang telinga
kanan saya sambil memelintirnya]. (Dan menurut jalan lain: lalu
beliau memegang kepala saya dari belakang 1/177. Pada jalan lain
lagi, beliau memegang tangan saya atau lengan saya, dan beliau
berbuat dengan tangannya dari belakang saya 1/178). Lalu, beliau
memindahkan saya ke sebelah kanannya,
kemudian beliau shalat sebanyak yang dikehendaki oleh Allah. (Dan
menurut satu riwayat : lalu beliau shalat lima rakaat, kemudian
shalat dua rakaat. Pada riwayat lain lagi, beliau shalat dua rakaat,
dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dan dua rakaat lagi,
kemudian shalat witir. Dan dalam satu riwayat, beliau mengerjakan
shalat sebelas rakaat). (Dan pada riwayat lain disebutkan bahwa
sempurnalah shalat nya tiga belas rakaat). Kemudian beliau berbaring
lagi dan tidur sampai suara napasnya kedengaran. (Dalam satu
riwayat: sehingga saya mendengar bunyi napasnya) [dan apabila beliau
tidur biasa berbunyi napasnya]. Kemudian muazin (dalam satu riwayat:
Bilal) mendatangi beliau dan memberitahukan bahwa waktu shalat telah
tiba, [lalu beliau mengerjakan shalat dua rakaat yang
ringan/ringkas, kemudian keluar]. Kemudian Nabi pergi bersamanya
untuk shalat, lalu beliau mengimami [shalat Subuh bagi orang banyak]
tanpa mengambil wudlu yang baru."
[Dan beliau biasa mengucapkan
dalam doanya:
'Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya di dalam
pandanganku, cahaya di dalam pendengaranku, cahaya di sebelah
kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di
bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku. Dan, jadikanlah
untukku cahaya.']".
Kuraib berkata, "Dan, tujuh di dalam
tabut (peti). Kemudian saya bertemu salah seorang anak Abbas, lalu
ia memberitahukan kepadaku doa itu, kemudian dia menyebutkan:
"Dan (cahaya) pada sarafku, pada dagingku, pada darahku, pada
rambutku, dan pada kulitku."
Dia menyebutkan dua hal lagi.
Kami (para sahabat) berkata kepada Amr, "Sesungguhnya orang-orang
itu mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah صلی
الله عليه وسلم
itu tidur kedua matanya dan tidak tidur hatinya." Amr menjawab,
"Aku mendengar Ubaid bin Umair
mengatakan bahwa mimpi Nabi adalah wahyu. Kemudian Ubaid
membacakan ayat, "Innii araa fil manami annii adzbahuka"
'Aku (Ibrahim) bermimpi (wahai anakku) bahwa aku menyembelihmu
(sebagai kurban bagi Allah)'." (ash-Shaaffat: 102)